Kopi untuk Udara Bersih Kolombia

Menggabungkan kekuatan untuk menciptakan udara segar

Medellin yang dianugerahi cuaca yang menyenangkan merupakan kota terbesar kedua di Kolombia dengan julukan Kota Musim Semi Abadi. Walaupun suhunya hangat, kualitas udara menjadi masalah yang dihadapi Medellin, seperti banyak kota lain di dunia.
“Di Kolombia, lebih dari 1.000 ton batubara dikonsumsi setiap tahun, dan pembakarannya menghasilkan CO2. Polusi udara bukan hanya memengaruhi kami di Medellin tetapi juga Bumi secara keseluruhan,” kata sekelompok mahasiswa dari Medellin secara serempak.

Ana García, Santiago, Juan, dan Camilo adalah mahasiswa dari kampus negeri Loyola for Science and Innovation of Medellin yang mengakui batubara sebagai penyebab utama polusi udara. Keempat mahasiswa yang terinspirasi tersebut menemukan cara membuat bahan bakar hayati yang ramah lingkungan melalui penggunaan STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika).

Kopi bubuk menjadi bahan bakar

“Kolombia merupakan produsen kopi terbesar ketiga di dunia. Ide kami yaitu menciptakan briket yang terbuat dari residu kopi,” kata Ana. “Ampas kopi memiliki karakteristik yang sangat baik sebagai bahan bakar hayati, dengan energi 18 megajoule per kilogram, sedangkan rata-rata batubara sekitar 18 hingga 25 megajoule.”
Dalam proyek yang diberi nama “Ciscombustible” ini, para mahasiswa melakukan upaya ekstensif dalam penelitian dan pengembangan, mulai dari penelitian latar belakang dan pemilihan bahan untuk briket hingga perancangan prototype, pengembangan, dan pengujian. Tim tersebut bahkan membuat perangkat 3D yang terbuat dari baja untuk membentuk briket dalam bentuk yang ideal. Setelah melakukan banyak uji coba, Ciscombustible menciptakan bahan bakar yang ramah lingkungan berbahan dasar kopi.

Memperbaiki kondisi komunitas

“Menurut penelitian untuk tahun 2030, batubara akan menempati porsi 60% emisi CO2 di seluruh dunia. Kami yakin bahwa briket kami dapat menurunkan polusi dengan mengurangi sekitar 10% CO2,” kata Juan. Di samping menawarkan alternatif yang ramah lingkungan, briket juga dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga penghasil kopi di Kolombia.
Saat ide mereka diajukan ke Samsung Solve for Tomorrow, proyek Ciscombustible meraih kemenangan yang memang pantas mereka dapatkan. Para mahasiswa tersebut diakui karena keterampilan dalam pemecahan masalah dan pengetahuan STEM mereka. Bahkan setelah mendapatkan kemenangan besar ini, para anggota Ciscombustible mengatakan bahwa mereka akan tetap termotivasi dan terus maju sampai proyek tersebut digunakan secara luas.

Bagikan kisah ini untuk menginspirasi anak muda untuk membangun masa depan yang berkelanjutan bersama.

Dari Pakar Seni Rupa Menjadi Pengembang yang Memerangi COVID

Kesempatan untuk mempelajari teknologi

Di Spanyol, perempuan hanya menduduki angka 12% dari angkatan kerja di bidang teknik dan teknologi. Meskipun ada banyak permintaan tenaga profesional di bidang ini, kesenjangan gender masih tetap tinggi. Mendobrak hambatan melalui pendidikan teknologi dapat meningkatkan kemampuan kerja perempuan muda dan memacu pertumbuhan ekonomi.
Rocío adalah salah satu peserta yang mendaftar ke Samsung Innovation Campus. Kursus ini menyediakan pendidikan AI dan perangkat lunak bagi perempuan yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang bidang ini dan, mungkin saja, menjadi tenaga profesional di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. Rocio yang awalnya seorang spesialis seni rupa mengabdikan seluruh kehidupan kerjanya pada seni, tetapi memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya. “Saya selalu menyukai seni, sains, dan teknologi. Saya memilih Samsung Innovation Campus, karena tahu bahwa lembaga ini akan memperdalam pengetahuan saya di bidang lain.”

Bersama rekan satu timnya, Rocío mengikuti pelatihan selama 240 jam di bidang statistik, pemrograman, kecerdasan buatan, dan pembelajaran mesin. Nyatanya program yang tidak membutuhkan pengetahuan sebelumnya atau persyaratan pelatihan formal tersebut telah membuka kesempatan bagi siswa seperti dirinya.

Menjadi pengembang yang memerangi COVID

“Saat kami maju, terasa menjadi lebih sulit,” kata Rocio. “Saya harus bangkit, melakukan penelitian, dan merujuk ke sumber resmi tempat segala sesuatu yang berhubungan dengan bahasa pemrograman diperbarui. Ini adalah bagian yang paling menarik bagi saya - mengetahui ke mana harus dituju.”
Selama mengikuti pelatihan, Rocío berfokus pada pengembangan web full-stack, kecerdasan buatan, dan big data. Untuk mempraktikkan pengetahuannya, dia telah bergabung dengan proyek X-COV di Complutense University of Madrid, tempat tim penyelidik dan peneliti mendeteksi penyakit melalui kecerdasan buatan. Saat ini, Rocío sedang mengembangkan alat untuk menganalisis sinar-X dengan AI untuk mendeteksi COVID-19.

Mendobrak kesenjangan gender

Samsung Innovation Campus membawa perubahan substansial dalam kehidupan Rocío. Agar perubahan hidup ini dapat ditiru oleh perempuan lain, dia baru-baru ini menjadi pengajar di salah satu modul kursus di angkatan berikutnya dari program tersebut. Dia telah memutuskan untuk berperan dalam inisiatif untuk membantu menutup kesenjangan gender di industri.
“Samsung Innovation Campus telah memberi saya fondasi yang kuat untuk belajar sendiri dan saya merasa sangat berterima kasih,” Rocio mengakui bahwa jika dia bisa mendaftar lebih awal di program, dia pasti akan melakukannya.
Bagi Rocío dan semua peserta lainnya, Samsung Innovation Campus telah menjadi landasan bagi mereka untuk memulai jalan menuju peluang baru. “Sebagai seorang perempuan, kita semua pernah mengalami suatu momen dalam hidup kita, bahwa apa yang Anda katakan dan lakukan dirusak hanya karena Anda seorang perempuan. Sekarang, kami keluar dari zona nyaman kami, dalam momen emas untuk tumbuh di bidang ini. Samsung Innovation Campus akan membantu kami membuka banyak peluang.”

Bagikan kisah ini untuk memberdayakan perempuan agar mencapai potensi penuh mereka.

Merevolusi Pendidikan Anak-anak

Menggabungkan tradisional dan digital

Anak-anak memiliki daya tarik alami terhadap lingkungannya: semangat mereka dalam mencari hal yang baru memotivasi mereka untuk menjelajahi dunia yang belum dikenalinya. Keingintahuan bagaimana sesuatu bekerja sudah ada dalam karakter bawaan mereka. Namun sering kali di sekolah, mereka jarang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di dunia nyata atau berbagi apa yang telah mereka pelajari kepada orang lain.
Anna dan Franziska adalah dua wanita muda dari Jerman yang membayangkan revolusi cara belajar anak-anak di sekolah. Mereka bertanya pada diri sendiri: Bagaimana budaya belajar yang baru, antar-disiplin, dan kolaboratif dapat muncul; yang bukan hanya membuat pengetahuan menjadi nyata tetapi juga menciptakan potensi pembelajaran digital yang sama sekali baru? Beginilah “Heartucate” diaplikasikan.

Tujuan mereka adalah mendorong kemampuan kolaboratif dan pemikiran masa depan para siswa muda. Agar metode ini berfungsi, duo ini mulai merancang solusi pendidikan yang mendorong siswa untuk berinteraksi dengan berbagai cerita dan memiliki pengalaman langsung tentang apa yang mereka pelajari melalui realitas tertambah dan realitas campuran.

Pembelajaran kreatif dan kolaboratif melalui realitas campuran dan 5G

“Ide dasar Heartucate sudah ada cukup lama, tetapi keputusan kami untuk bersaing di Samsung Solve for Tomorrow pada akhirnya memberi percikan awal untuk akhirnya memulai,” kata Franziska. “Kami berpikir, kami memiliki semua ide dan visi ini. Ayo kita coba!” komentar Anna.
Mereka berdua merancang Heartucate sebagai solusi pendidikan yang mengintegrasikan teknologi realitas campuran saat ini ke dalam kelas bersama teknologi 5G. Heartucate menciptakan kompleks tematik yang menggabungkan berbagai mata pelajaran mulai dari matematika dan keterampilan ilmiah hingga bahasa dan secara bersamaan mendorong siswa untuk berinteraksi dengan cerita. Dengan Heartucate, anak-anak menjadi penjelajah waktu dalam petualangan berburu harta karun. Mereka menjelajahi dunia melalui teknologi realitas campuran dan bekerja menuju tujuan bersama.

Ide menjadi model bisnis

“Melalui Solve for Tomorrow, kami mendapatkan dukungan, pembelajaran, dan wawasan yang sangat membantu kami untuk terus maju dalam perkembangan kami. Hal ini sangat membantu kami untuk mengambil langkah selanjutnya,” kata Anna dan Franziska.
Para peserta buka hanya bisa mengembangkan pengetahuan kewirausahaannya tetapi juga mewujudkan impiannya. Dalam jangka waktu satu tahun Solve for Tomorrow, Heartucate menghasilkan kemajuan yang cukup untuk membangun bisnis mereka sendiri. Tim tersebut juga memenuhi syarat untuk EXIST Business Start-up Grant, program dukungan terkenal dari Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Energi.
Kisah Heartucate yang luar biasa menunjukkan apa yang dapat dicapai dengan komitmen nyata, keyakinan yang teguh pada ide sendiri, dan pembimbing yang tepat. Samsung akan terus menginspirasi lebih banyak lagi inovator muda untuk menerapkan ide-ide unik yang dapat menciptakan perbedaan dan membantu generasi berikutnya dengan sukses mempersiapkan masa depan.

Bagikan kisah ini untuk menginspirasi cara baru belajar dan mengajar.

Pendekatan Kita

  • Memberdayakan generasi masa depan
  • Mencapai potensi penuh diri mereka
  • Merintis perubahan sosial yang positif
Kami berkomitmen untuk meningkatkan mutu hidup komunitas global dengan ide yang bersifat transformatif, dan akan mencurahkan sumber daya kami, berkontribusi untuk menciptakan masyarakat global yang lebih baik, dan terus mengembangkan serta merancang inovasi yang bermanfaat bagikebutuhan masyarakat di dunia yang terus berkembang.

Kami yakin pada potensi generasi masa depan

Kami menempatkan manusia sebagai inti dari semua tindakan yang kami lakukan. Kami yakin bahwa setiap individu harus mendapat manfaat dari janji bahwa teknologi bisa meningkatkan dan membentuk dunia kita, dan bahwa generasi berikutnya memiliki potensi untuk mendorong perubahan yang bermakna melalui inovasi.

Kami mencari kebutuhan pendidikan yang unik di seluruh dunia

Belajar merupakan pengalaman pribadi. Dengan mendayagunakan kehadiran internasional kami, kami memfokuskan sumber daya yang ada untuk menyediakan program pendidikan bermutu, yang didasarkan pada standar global, namun bisa memberikan dampak lokal yang baik.

Kami menghargai kolaborasi

Kami telah merasakan pengalaman langsung dari kolaborasi, dan dampak yang bisa kami berikan dengan kerja sama saat kami mencurahkan komitmen atas suatu ide yang bisa menghadirkan perubahan, menyelesaikan masalah dan mengatasi tantangan di masyarakat.