samsung solve for tomorrow

Bersaing untuk menjadikan dunia yang lebih baik

"Bertujuan untuk membantu membuat visi dan merealisasikan solusi inovatif yang bisa menyelesaikan tantangan dan risiko yang dihadapi komunitas mereka."

Pada tahun 2009, Samsung Solve for Tomorrow dimulai di Amerika Serikat sebagai salah satu inisiatif kewarganegaraan global Samsung, dan kini telah diadakan di 22 negara, termasuk Korea. Samsung berkomitmen mendukung solusi teknologi untuk mengatasi masalah sosial, demi mewujudkan masa depan yang lebih baik, dan Samsung Solve memungkinkan ide inovatif terbaik untuk ditingkatkan dan disempurnakan melalui kontes yang diadakan. Seluruh proses yang ada didukung oleh para karyawan dan mentor ahli Samsung Electronics. Tim yang berhasil mencapai babak final akan menerima dukungan dari para mentor dan dana pembuatan purwarupa, serta berpeluang untuk mewujudkan solusi teknologinya dalam jangka waktu satu tahun.

Jumlah Akumulasi Global
Siswa berdasarkan negara
1,838,212
(Perkiraan Kriteria Kumulatif ‘20)

Samsung Solve for Tomorrow mendorong para pencipta dan pemikir untuk menerapkan pengetahuan dan pendidikan STEM dalam menemukan solusi yang bersifat inovatif dan berdampak untuk mengatasi tantangan dan risiko yang dihadapi komunitasnya. Selama perjalanannya, Solve for Tomorrow mendorong pengembangan keterampilan yang telah melampaui hal-hal teknis, mencakup keterampilan komunikasi, kreativitas, pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan keterlibatan masyarakat.

Samsung Solve for Tomorrow mengoperasikan dua jalur kompetisi yang berbeda bagi para siswa dan orang dewasa. Kedua jalur ini tetap menggunakan tiga langkah proses untuk mewujudkan ide baru: merangkai ulang, membuat ide, dan mewujudkannya. Para kontestan diminta untuk merangkai ulang masalah dengan mencari akar permasalahan dan merumuskan ide serta cara yang paling inovatif dan efektif untuk mengatasi akar permasalahan tersebut. Rencana untuk mewujudkan ide terbaik serta mengerjakan purwarupa solusi diperlukan pada fase akhir kompetisi ini. Tim yang berhasil mencapai babak final akan menerima dukungan keuangan untuk mewujudkan purwarupa pada tahun berikutnya, atau sebagai alternatif, Samsung akan memberikan paket produk lingkungan pendidikan TI termutakhir bagi sekolah yang diikuti oleh tim pemenang.

Sejak awal diadakannya di A.S. pada tahun 2009, Solve for Tomorrow telah diperluas operasinya ke 22 negara di seluruh dunia, termasuk Korea. Selama satu dekade yang telah berlalu, inisiatif ini telah berkembang dan melibatkan para karyawan Samsung dan mitra eksternalnya. Di beberapa negara, program ini telah diperluas lebih lanjut ke proses tambahan untuk mengimplementasikan ide yang terpilih menjadi produk aktual yang bisa digunakan.

Ide dari seorang anak laki-laki yang merasa tidak aman di zona sekolahnya

Bagaimana kita bisa mencegah kecelakaan lalu lintas di zona sekolah?

Demi memastikan keselamatan siswa yang naik bis sekolah, pemerintah negara A.S. telah memberlakukan undang-undang yang mewajibkan mobil di jalur yang berlawanan untuk berhenti dan mobil di belakang bis sekolah tidak berupaya untuk melewatinya saat bis sekolah berhenti di stasiun yang tersedia. Namun, banyak pengemudi yang tidak mematuhi aturan tersebut, dan kadang-kadang tindakan ini memakan korban siswa yang tidak bersalah. Para siswa di Sekolah Menengah Holly Grove di Carolina Utara mendapatkan ide tentang sistem keselamatan bis sekolah saat mereka melihat seorang temannya hampir tertabrak oleh mobil yang melaju saat dia menyeberang jalan.

Mengembangkan sistem bis sekolah yang cerdas

Ide para siswa ini dibagikan kepada komunitas, dan polisi setempat serta manajer lalu lintas sekolah saling bahu-membahu untuk membantu para siswa. Dengan bantuan mereka, para siswa melakukan penelitian dan menemukan bahwa sebagian besar rambu-rambu halte yang ada di daerah tersebut tidak berfungsi dengan baik. Mereka mulai mengembangkan rambu berhenti cerdas yang bisa dikenali oleh kendaraan terdekat sejauh 120 meter dari bis sekolah.

Dukungan yang antusias dari komunitas lokal

Sistem bis sekolah cerdas saat ini telah digunakan di halte bis di mana kecelakaan lalu lintas paling sering terjadi, dengan dukungan yang antusias dari walikota dan penduduk setempat. Para siswa ingin mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di zona sekolah hingga kurang dari 50 persen. Diskusi kini sedang dilangsungkan untuk memperluas sistem ini di seluruh bagian kota dan menambahkan fitur panduan suara bagi para siswa yang mengalami gangguan penglihatan.
1/3

Suatu ide dari seorang gadis penderita diabetes

Diabetes merupakan penyakit kronis yang umum terjadi - lebih dari 10% populasi dunia menderita penyakit ini. Penyakit ini juga merupakan salah satu penyakit yang paling sulit untuk disembuhkan. Pankreas tidak bisa lagi menghasilkan insulin bagi penderita diabetes, sehingga pasien harus menyuntikkan insulin ke tubuhnya. Namun, insulin portabel, yang membutuhkan injeksi secara tepat waktu, sangat lemah pada suhu yang tinggi dan bisa kehilangan kemanjurannya dengan mudah pada suhu di atas 30 derajat Celcius. Jadi Valentina Avetta, seorang gadis Argentina yang menderita diabetes tipe 1, memutuskan untuk mengembangkan solusi yang secara visual bisa memeriksa suhu insulin.

Langkah pertama mewujudkan impian

Valentina, yang selalu tertarik pada dunia sains, mempelajari struktur kimia yang berubah menjadi warna hitam karena panas dan mengembangkan sensor mikro dengan temannya untuk memantau suhu dan memperingatkan pengguna jika suhu insulin portabel melebihi nilai 30 derajat. Melalui Samsung Solve, Valentina bisa mewujudkan idenya, dan dia juga bisa membagikan pengalamannya dan mendiskusikan inovasinya di berbagai acara publik, serta menerima lebih banyak dukungan terhadap penelitiannya.

Tumbuh menjadi seorang pengusaha muda

Meskipun Valentina kini telah menjadi seorang mahasiswa jurusan bioteknologi, dia juga mulai merintis bisnisnya sendiri untuk melanjutkan penelitian dan menyelesaikan solusi sensor mikro yang ada. Dia juga menjabat sebagai salah satu juri Argentina Samsung Solve pada tahun 2019, dan menjadi teladan bagi banyak remaja yang bercita-cita untuk menjadi inovator dan wirausahawan.